Sistem saraf: neuron, mekanisme impuls saraf, sinapsis, sistem saraf pusat (otak, sumsum tulang belakang) dan tepi (somatik, otonom: simpatik-parasimpatik). Sistem endokrin: kelenjar (hipofisis, tiroid, pankreas, adrenal, gonad) dan hormon. Indera: mata, telinga, hidung, lidah, kulit.
Contoh soal Sistem Koordinasi (Saraf, Endokrin, Indera) dan pembahasannya
5 soal pilihan ganda berikut diambil dari bank soal SekolahSMA, lengkap dengan pembahasan langkah demi langkah. Coba kerjakan dulu sebelum membaca pembahasannya.
SOAL 1
Unit struktural dan fungsional sistem saraf yang disebut neuron terdiri dari bagian utama ...
A.Akson, dendrit, dan badan sel (soma) ✓ Jawaban benar
B.Kapiler, vesikel, dan sinapsis
C.Mielin, nodus, dan ganglion
D.Inti sel, sitoplasma, dan dinding sel
E.Reseptor, efektor, dan konektor
Pembahasan
Konsep: Neuron adalah unit struktural-fungsional sistem saraf yang tersusun atas tiga bagian utama: badan sel, dendrit, dan akson.
Jawaban benar: A -- A tepat karena ketiganya adalah komponen pokok neuron: badan sel (soma) berisi inti, dendrit menerima sinyal masuk, dan akson menghantarkan sinyal keluar.
Tips: Neuron = badan sel (soma) + dendrit (terima sinyal) + akson (kirim sinyal). Mielin = selubung isolator, percepat konduksi. Nodus Ranvier = celah tanpa mielin. Sel Schwann = mielin di SST. Oligodendrosit = mielin di SSP.
SOAL 2
Impuls saraf (potensial aksi) dihantarkan dari satu neuron ke neuron berikutnya melalui ...
A.Sinapsis -- celah antarneuron dengan neurotransmiter ✓ Jawaban benar
B.Konduksi listrik langsung via gap junction selalu
C.Difusi ion Ca2+ dari akson ke dendrit langsung
D.Gerakan fisik badan sel dari satu tempat ke tempat lain
E.Aliran darah antarneuron
Pembahasan
Konsep: Transmisi sinaptik: potensial aksi -> Ca2+ masuk -> vesikel fusi -> neurotransmiter (NT) ke celah sinaptik -> NT berikatan reseptor postsinaptik -> EPSP (eksitasi) atau IPSP (inhibisi).
Jawaban benar: A.
Tips: Transmisi sinaptik: potensial aksi -> Ca2+ masuk -> vesikel fusi -> neurotransmiter (NT) ke celah sinaptik -> NT berikatan reseptor postsinaptik -> EPSP (eksitasi) atau IPSP (inhibisi). NT dipecah/diambil kembali (reuptake). Contoh NT: asetilkolin, dopamin, serotonin, GABA.
Rincian jawaban A: Sinapsis -- celah antara neuron presinaptik dan postsinaptik melalui pelepasan neurotransmiter
SOAL 3
Gerak refleks berbeda dari gerak biasa karena ...
A.Gerak refleks melibatkan otak besar sebagai pusat koordinasi
B.Gerak refleks melalui jalur impuls lebih pendek ✓ Jawaban benar
C.Gerak refleks hanya terjadi pada hewan invertebrata
D.Gerak refleks tidak melibatkan saraf motorik
E.Gerak refleks dikontrol oleh otak kecil (cerebellum)
Pembahasan
Konsep: Refleks = busur saraf pendek: reseptor -> sensorik -> SUMSUM TULANG BELAKANG (bukan otak) -> motorik -> efektor.
Langkah penyelesaian:
1. Bandingkan rute impulsnya. Gerak sadar menempuh jalur panjang: reseptor -> saraf sensorik -> otak (diolah dan diputuskan) -> saraf motorik -> otot.
2. Gerak refleks memotong jalur itu: reseptor -> saraf sensorik -> sumsum tulang belakang -> saraf motorik -> efektor, tanpa menunggu keputusan otak.
3. Jalur yang lebih pendek berarti lebih sedikit sinaps yang harus dilewati, sehingga responsnya jauh lebih cepat; otak baru menyadari kejadiannya setelah gerakan telanjur terjadi.
Jawaban benar: B -- refleks menempuh busur saraf pendek yang berbelok di sumsum tulang belakang alih-alih naik dulu ke otak; jumlah sinaps yang dilewati lebih sedikit sehingga reaksinya berlangsung lebih cepat dan mendahului kesadaran kita.
Tips: Refleks = busur saraf pendek: reseptor -> sensorik -> SUMSUM TULANG BELAKANG (bukan otak) -> motorik -> efektor. Lebih cepat dari gerak sadar. Tidak perlu perintah otak. Contoh: refleks patella (lutut diketuk). Kesadaran = setelah kejadian.
SOAL 4
Bagian otak yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh, koordinasi gerakan, dan tonus otot adalah ...
A.Serebrum (otak besar)
B.Serebellum (otak kecil) ✓ Jawaban benar
C.Hipotalamus
D.Medulla oblongata
E.Pons
Pembahasan
Konsep: Serebelum (otak kecil) mengatur keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, dan tonus otot.
Jawaban benar: B -- B tepat karena serebelum khusus mengoordinasikan gerakan halus, menjaga keseimbangan, dan mengatur tonus otot; kerusakannya menimbulkan ataksia.
Tips: KecilKoordinasi: serebelum = keseimbangan + koordinasi; rusak = jalan sempoyongan (ataksia).
SOAL 5
Sistem saraf otonom terbagi menjadi sistem simpatis dan parasimpatis. Efek sistem simpatis pada tubuh saat respons 'fight or flight' meliputi ...
A.Memperlambat detak jantung dan meningkatkan pencernaan
B.Meningkatkan sekresi air liur dan memperlambat pernapasan
E.Meningkatkan motilitas usus dan memperkuat refleks buang air
Pembahasan
Konsep: Simpatis (fight or flight): jantung CEPAT, pupil BESAR (dilatasi), bronkus LEBAR, pencernaan TERHAMBAT, gula NAIK.
Jawaban benar: C.
Tips: Simpatis (fight or flight): jantung CEPAT, pupil BESAR (dilatasi), bronkus LEBAR, pencernaan TERHAMBAT, gula NAIK. Parasimpatis (rest and digest): kebalikannya. NT simpatis = norepinefrin. NT parasimpatis = asetilkolin. Ingat: SIMpatis = SIap tempur.
Rincian jawaban C: Mempercepat detak jantung, dilatasi pupil, bronkodilatasi, dan menghambat pencernaan
Latihan soal Sistem Koordinasi (Saraf, Endokrin, Indera)
Tersedia 30 soal latihan Sistem Koordinasi (Saraf, Endokrin, Indera) dengan pembahasan langkah demi langkah, plus Kak Guru AI yang menjelaskan konsep 24/7. Mulai gratis tanpa kartu kredit.