Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal
Bahasa Indonesia SMA · Kelas 12 · Fase F
Teks narasi dan artikel jurnalistik tentang kearifan lokal Nusantara. Definisi kearifan lokal: nilai-nilai luhur warisan leluhur yang masih hidup. Kearifan lokal Indonesia: subak (Bali), pranata mangsa (Jawa), nyabuk gunung (Tengger), sasi (Maluku), tana ulen (Dayak), parmalim (Toba), mappalili (Bugis). Filosofi: gotong royong, tepo seliro, silih asah-asih-asuh, tri hita karana. Struktur teks artikel: pendahuluan, isi (deskriptif-analitis), simpulan. Narasi yang menggugah: deskripsi indrawi, sudut pandang etnografi, kutipan informan. Riset lapangan sederhana sebagai dasar artikel.
Konsep kunci yang dipelajari
- definisi kearifan lokal: nilai luhur warisan leluhur
- kearifan lokal Nusantara: subak, pranata mangsa, sasi
- filosofi: gotong royong, tepo seliro, tri hita karana
- struktur artikel: pendahuluan, isi, simpulan
- narasi etnografi: deskripsi indrawi, kutipan informan
- riset lapangan: observasi, wawancara, dokumentasi
- tantangan kearifan lokal di era globalisasi-digitalisasi
Contoh soal Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal
Menurut regulasi pemajuan kebudayaan, definisi KEARIFAN LOKAL yang paling tepat adalah...
- A. Nilai-nilai luhur warisan leluhur yang masih hidup di masyarakat dan menjadi pandangan hidup adaptif untuk menjawab masalah sehari-hari secara berkelanjutan ✓ Jawaban benar
- B. Tradisi kuno yang sudah tidak relevan di era globalisasi tetapi tetap dipertahankan untuk kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif
- C. Aturan adat tertulis yang ditetapkan kepala desa untuk mengatur kehidupan sehari-hari warga dengan sanksi denda bagi pelanggar
- D. Mitos dan cerita rakyat yang diceritakan turun-temurun tanpa dasar fakta untuk menakuti anak-anak agar patuh kepada orang tua
- E. Festival budaya tahunan yang diselenggarakan pemerintah daerah untuk menarik wisatawan asing dan meningkatkan pendapatan daerah
Konsep: JEMBATAN INGAT 3-A: kearifan lokal = nilai luhur yang AKAR (place based), ALIR (intergenerational), ADAPTIF (zaman). Langkah penyelesaian: (1) Identifikasi jenis teks atau unsur kebahasaan yang ditanyakan dalam soal (2) Recall definisi, struktur, atau ciri khas teks tersebut dari kurikulum B-Indo SMA (3) Cocokkan hasil recall dengan opsi yang tersedia, pilih yang paling tepat Jawaban benar: A -- regulasi pemajuan kebudayaan ketentuan terkait angka 4 mendefinisikan kearifan lokal sebagai NILAI-NILAI LUHUR WARISAN LELUHUR YANG MASIH HIDUP di masyarakat. Definisi ini selaras dengan Geertz (1973) dan Sartini (2004) yang menekankan kearifan lokal sebagai PANDANGAN HIDUP DAN STRATEGI YANG ADAPTIF. Mengapa opsi lain salah: - B: Keliru mengidentifikasi jenis teks -- pilihan ini (Tradisi kuno yang sudah tidak relevan di era globa...) tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. - C: Salah dalam memahami struktur teks -- pilihan ini (Aturan adat tertulis yang ditetapkan kepala desa u...) tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. - D: Tidak tepat dalam mengenali ciri kebahasaan -- pilihan ini (Mitos dan cerita rakyat yang diceritakan turun-tem...) tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. - E: Keliru menafsirkan makna kata atau frasa -- pilihan ini (Festival budaya tahunan yang diselenggarakan pemer...) tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. Tips: JEMBATAN INGAT 3-A: kearifan lokal = nilai luhur yang AKAR (place based), ALIR (intergenerational), ADAPTIF (zaman). Bukan tradisi statis, bukan mitos, bukan festival. regulasi pemajuan kebudayaan ketentuan terkait angka 4 adalah jawaban kanon untuk soal definisi.
Latihan soal Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal
Tersedia 30 soal latihan Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal dengan pembahasan langkah demi langkah, plus Kak Guru AI yang menjelaskan konsep 24/7. Mulai gratis tanpa kartu kredit.
Daftar gratis & mulai latihan