Bahasa Indonesia SMA - Materi, Konsep & Latihan Soal
Mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA mencakup Fase E (kelas 10) dan Fase F (kelas 11-12) berdasarkan BSKAP 046/2025 + Permendikdasmen 13/2025. Diorganisasikan dalam 4 elemen utama: Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, serta Menulis. STRUKTUR 18 TOPIK 100% MATCH BUKU SISWA BSE KEMENDIKBUD: Kelas X Edisi Revisi 2023 (Fadillah dkk), Kelas XI Edisi Revisi 2024 (Heny Marwati & K. Waskitaningtyas), Kelas XII Trimansyah 2022. 18 topik (6 per kelas) dengan track kelompok seragam (3 kelompok @ 10 soal = 30 soal per topik).
18 topik · 540 soal latihan + pembahasan · Kurikulum Merdeka
Daftar gratis - latihan Bahasa Indonesia + Kak Guru AI
Kelas 10 (Fase E)
Pada akhir Fase E, peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks aural nonsastra dan unsur intrinsik-ekstrinsik teks aural sastra; mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks visual atau audiovisual dan menilai kredibilitasnya; mempresentasikan gagasan secara sistematis kritis kreatif dalam monolog, dialog, atau gelar wicara; serta menulis berbagai tipe teks secara logis, kritis, dan kreatif. | Match 100% Buku Siswa BSE Kelas X Edisi Revisi 2023 (Fadillah Tri Aulia dkk, ISBN 978-623-118-375-0).
Teks Laporan Hasil Observasi
Teks LHO sebagai teks faktual berbasis observasi: struktur klasifikasi umum, deskripsi bagian, deskripsi manfaat. Ciri kebahasaan: kalimat definisi (adalah, merupakan), kalimat deskripsi, verba relasional, istilah teknis, kata sifat, konjungsi. Identifikasi fakta vs opini, evaluasi kredibilitas sumber, dan penyajian hasil observasi sederhana tentang fenomena alam, sosial, atau lingkungan Indonesia.
Teks Anekdot
Anekdot sebagai cerita pendek lucu yang mengandung kritik sosial. Struktur: abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, koda. Ciri kebahasaan: kalimat retoris, konjungsi temporal, kata kerja aksi, dialog, majas. Identifikasi makna tersirat, sindiran, satire, dan target kritik. Anekdot sebagai jembatan humor-kritik dalam wacana publik Indonesia.
Hikayat dan Cerita Rakyat
Hikayat sebagai prosa sastra Melayu klasik. Karakteristik: kemustahilan, kesaktian, anonim, istana sentris, bahasa arkais (Arab-Melayu). Unsur intrinsik: tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, amanat, gaya bahasa. Cerita rakyat Indonesia: mite, legenda, fabel, dongeng. Nilai budaya (religi, moral, sosial, budaya) dan transformasi ke cerita modern.
Teks Negosiasi
Negosiasi sebagai proses tawar-menawar mencapai kesepakatan win-win. Struktur: orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup. Ciri kebahasaan: kalimat persuasif, kalimat deklaratif, pronomina, konjungsi, kalimat bersyarat. Strategi: santun, argumentatif, kompromi. Konteks Indonesia: jual-beli pasar, ketenagakerjaan, sengketa lahan, mediasi.
Teks Biografi
Biografi sebagai narasi faktual perjalanan hidup tokoh inspiratif. Struktur: orientasi, peristiwa penting, reorientasi. Ciri kebahasaan: pronomina kata ganti orang ketiga, kata kerja material dan mental, konjungsi temporal-kausal, kata sifat. Tokoh inspiratif Indonesia: Soekarno, Hatta, Kartini, BJ Habibie, Susi Pudjiastuti. Identifikasi nilai keteladanan, motivasi, refleksi karakter.
Puisi
Puisi sebagai karya sastra padat makna. Unsur intrinsik: tema, rasa, nada, amanat. Unsur fisik: diksi, citraan (pencitraan visual, auditif, taktil), majas (metafora, personifikasi, simile, hiperbola), rima, tipografi. Makna denotatif vs konotatif. Penyair Indonesia: Chairil Anwar, WS Rendra, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri.
Kelas 11 (Fase F)
Pada akhir Fase F kelas 11, peserta didik mampu mengevaluasi berbagai gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca, menyimak, dan memirsa berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) di media cetak dan elektronik. Mengapresiasi teks fiksi (cerpen, puisi, drama, prosa lingkungan) dan nonfiksi (argumentasi, berita). Match 100% Buku Siswa BSE Kelas XI Edisi Revisi 2024 (Heny Marwati & K. Waskitaningtyas, ISBN 978-623-388-326-9).
Argumentasi dan Persuasi: Promosi Pangan Lokal Indonesia
Teks argumentasi dan persuasi dengan tema ketahanan pangan lokal Indonesia. Mengidentifikasi ide pokok dan ide-ide pendukung dalam teks argumentasi. Membedakan kalimat fakta dan kalimat opini. Menulis teks argumentasi bertema ketahanan pangan lokal. Memahami poster sebagai jenis teks persuasi. Membuat poster untuk mempromosikan produk pangan lokal Indonesia (sagu, ubi kayu, jagung, sorgum, hanjeli) sebagai upaya diversifikasi pangan.
Teks Berita dan Vlog Inovasi
Teks berita sebagai laporan peristiwa aktual, faktual, dan objektif. Mengenali struktur teks berita: judul, teras (lead), tubuh berita, ekor. Unsur 5W+1H: apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana. Memahami penyajian teks berita dalam bentuk vlog (video blog) sebagai berita inovasi. Proyek membuat vlog berita inovasi tentang teknologi, lingkungan, atau sosial.
Cerpen Sejarah: Menggali Nilai Sejarah Bangsa
Cerita pendek sebagai karya prosa fiksi pendek yang menggali nilai-nilai sejarah bangsa Indonesia. Unsur intrinsik cerpen: tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, amanat. Unsur ekstrinsik: latar belakang sejarah, biografi pengarang, nilai moral-sosial-budaya. Menganalisis nilai-nilai sejarah dalam cerpen seperti perjuangan kemerdekaan, masa kolonial, reformasi. Merefleksikan nilai dalam kehidupan kontemporer.
Puisi Tingkat Lanjut: Menulis Puisi yang Menginspirasi
Pendalaman puisi dari level pengantar di kelas 10. Fokus pada penulisan puisi yang menginspirasi pembaca. Diksi pilihan dan rima yang menggugah. Eksplorasi tipografi kreatif. Memaknai puisi penyair Indonesia angkatan 45-2000-an: Chairil Anwar, WS Rendra, Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Wiji Thukul. Musikalisasi puisi sebagai apresiasi performatif. Menulis puisi orisinal dengan tema inspiratif: cinta tanah air, lingkungan, perjuangan, refleksi.
Drama: Pertunjukan Keberagaman Indonesia
Naskah drama sebagai karya sastra yang ditujukan untuk dipentaskan. Unsur naskah drama: dialog, monolog, prolog, epilog, kramagung (petunjuk laku). Babak dan adegan. Unsur intrinsik: tema, alur, tokoh-penokohan, latar, amanat. Pementasan drama: tata panggung, tata busana, tata cahaya, tata suara. Drama tradisional Indonesia: ketoprak (Jawa), ludruk (Jawa Timur), lenong (Betawi), randai (Minangkabau), makyong (Riau), arja (Bali). Drama modern Indonesia: WS Rendra, Putu Wijaya, Arifin C. Noer, Riantiarno.
Apresiasi Prosa Bertema Lingkungan
Apresiasi prosa fiksi dan nonfiksi bertema lingkungan hidup. Karya sastra lingkungan (ecocriticism): novel, cerpen, esai, memoar tentang alam dan ekologi Indonesia. Karya Indonesia tentang lingkungan: 'Bumi Manusia' Pramoedya (latar perkebunan kolonial), 'Manusia dan Burung-Burung' Bondan Winarno (alam Kalimantan), esai-esai Bandung Mawardi. Isu lingkungan kontemporer: perubahan iklim, deforestasi, polusi plastik, tambang ilegal, kebakaran hutan, banjir. Bagaimana sastra membentuk kesadaran ekologis pembaca.
Kelas 12 (Fase F)
Pada akhir Fase F kelas 12, peserta didik mampu memahami, mengolah, menginterpretasi, dan mengevaluasi berbagai tipe teks tentang topik kontemporer (literasi digital, kewirausahaan, AI, perundungan, kearifan lokal, lingkungan). Mengkreasi gagasan untuk berbagai tujuan akademis, profesional, dan sosial. Match 100% Buku Siswa BSE Kelas XII (Trimansyah, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2022).
Mengkritisi Informasi tentang Tokoh
Literasi digital dan berpikir kritis dalam mengevaluasi informasi tentang tokoh publik di era media sosial dan kecerdasan buatan. Membedakan fakta vs hoaks vs deepfake. Verifikasi kredibilitas sumber: cek silang, reverse image search, tanggal publikasi, kredensial penulis. Bias media: framing, cherry-picking, sensasionalisme. Mengintegrasikan biografi, surat kabar, podcast, vlog, dan media sosial untuk membentuk pemahaman menyeluruh tentang seorang tokoh. Teks fungsional: surat lamaran pekerjaan dengan menjual kredensial diri sebagai 'tokoh' dalam profesi.
Mempresentasikan Ide Kewirausahaan
Komunikasi efektif dan presentasi ide bisnis. Struktur proposal bisnis: ringkasan eksekutif, latar belakang, rumusan masalah, tujuan, target pasar, rencana operasional, proyeksi keuangan, analisis SWOT. Pitch deck: ide singkat, problem-solution-fit, value proposition, business model canvas. Public speaking: intonasi, gestur, kontak mata, audience engagement. Bahasa formal-bisnis: kalimat efektif, terminologi industri. Kasus wirausaha Indonesia: Tokopedia (William Tanuwijaya), Bukalapak (Achmad Zaky), Gojek (Nadiem Makarim), Ruangguru (Iman Usman), Susi Air (Susi Pudjiastuti), Sour Sally (Donny Pratama).
Memahami dan Mendiskusikan Fenomena Kecerdasan Buatan
Diskusi ilmiah dan literasi teknologi tentang kecerdasan buatan (AI). Definisi AI: machine learning, deep learning, large language models. Aplikasi AI di Indonesia: ChatGPT, Gemini, Claude, Pijar.AI (Telkom), Kecilin.id, Indomaret AI checkout, Halodoc AI symptom checker. Manfaat AI: efisiensi, otomatisasi, personalisasi. Tantangan AI: bias algoritma, privasi data, pengangguran teknologi, deepfake, hak cipta. Etika AI: transparansi, akuntabilitas, fairness. Regulasi AI di Indonesia: UU PDP No.27/2022, Permenkominfo. Diskusi pro-kontra dengan struktur argumentatif logis.
Menyampaikan Opini tentang Perundungan
Teks opini dan editorial tentang isu perundungan (bullying) dalam masyarakat Indonesia. Jenis perundungan: fisik, verbal, sosial-relasional, cyberbullying. Struktur teks opini: tesis-argumen-penegasan ulang. Argumentasi logis: ethos (kredibilitas penulis), pathos (emosi pembaca), logos (data dan fakta). Teks editorial surat kabar: sikap redaksi terhadap isu publik. Kasus perundungan Indonesia: kasus Audrey (2019), kasus Ferdy Sambo, perundungan PPDS Undip 2024. Etika digital: anti-perundungan online. Empati dan kesadaran sosial. Regulasi: UU 11/2008 (ITE), UU 23/2002 jo 35/2014 (Perlindungan Anak).
Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal
Teks narasi dan artikel jurnalistik tentang kearifan lokal Nusantara. Definisi kearifan lokal: nilai-nilai luhur warisan leluhur yang masih hidup. Kearifan lokal Indonesia: subak (Bali), pranata mangsa (Jawa), nyabuk gunung (Tengger), sasi (Maluku), tana ulen (Dayak), parmalim (Toba), mappalili (Bugis). Filosofi: gotong royong, tepo seliro, silih asah-asih-asuh, tri hita karana. Struktur teks artikel: pendahuluan, isi (deskriptif-analitis), simpulan. Narasi yang menggugah: deskripsi indrawi, sudut pandang etnografi, kutipan informan. Riset lapangan sederhana sebagai dasar artikel.
Menulis Praktik Baik dan Cerita tentang Lingkungan
Teks naratif dan eksposisi tentang praktik baik (best practice) pelestarian lingkungan. Cerita pendek bertema lingkungan dengan unsur intrinsik lengkap. Esai reflektif personal tentang pengalaman peduli lingkungan. Kritik sastra dan esai sebagai kulminasi pembelajaran sastra. Praktik baik lingkungan Indonesia: bank sampah (DKI Jakarta, Surabaya, Bandung), ecobrick movement, zero waste lifestyle (Susanti Pasaribu), rehabilitasi mangrove (PIK 2 Tangerang, Bali), bank ikan Misool (Raja Ampat), restorasi gambut (Kalimantan), urban farming. Gerakan lingkungan: Greenpeace Indonesia, WALHI, Trash Hero. Penyajian data efektif: infografis, statistik, testimoni.