SEKOLAHSMA

Stoikiometri Larutan & Titrasi

Kimia SMA · Kelas 11 · Fase F

Konsentrasi larutan (molaritas, molalitas, fraksi mol), titrasi asam-basa, kurva titrasi, perhitungan konsentrasi dari titrasi, dan reaksi stoikiometri dalam larutan.

Konsep kunci yang dipelajari

  • molaritas (M = n/V), molalitas (m = n/kg pelarut), fraksi mol
  • pengenceran: M1.V1 = M2.V2
  • titrasi asam-basa: prinsip & alat (buret)
  • kurva titrasi: titik ekivalen vs titik akhir
  • perhitungan konsentrasi: n.M.V asam = n.M.V basa (untuk valensi sama)
  • reaksi stoikiometri: pengendapan, gas, asam-basa dalam larutan

Contoh soal Stoikiometri Larutan & Titrasi dan pembahasannya

5 soal pilihan ganda berikut diambil dari bank soal SekolahSMA, lengkap dengan pembahasan langkah demi langkah. Coba kerjakan dulu sebelum membaca pembahasannya.

SOAL 1

Apa definisi molaritas (M) suatu larutan?

  1. A. Jumlah mol zat terlarut per liter larutan. ✓ Jawaban benar
  2. B. Jumlah mol zat terlarut per kilogram pelarut.
  3. C. Jumlah gram zat terlarut per 100 mL larutan.
  4. D. Perbandingan mol zat terlarut terhadap total mol larutan.
  5. E. Jumlah ekivalen zat terlarut per liter larutan.
Pembahasan

Konsep: Trio konsentrasi: M = n/V(larutan, dalam liter), molalitas m = n/kg pelarut, fraksi mol . Jawaban benar: A -- A: molaritas didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut per liter LARUTAN (bukan pelarut). Tips: Ingat trio konsentrasi: (molalitas), (fraksi mol). Jangan tertukar penyebutnya. Untuk M, satuan V harus liter.

SOAL 2

Manakah rumus yang BENAR untuk pengenceran larutan?

  1. A. M1 + M2 = V1 + V2
  2. B. V1 x M1 = V2 x M2 ✓ Jawaban benar
  3. C. M1 / V1 = M2 / V2
  4. D. V1 x V2 = M1 x M2
  5. E. M1 - M2 = V2 - V1
Pembahasan

Konsep: Saat diencerkan, jumlah mol zat terlarut tetap (n₁ = n₂). Karena n = M×V, maka M₁V₁ = M₂V₂. Jawaban benar: B -- B: V1×M1 = V2×M2 setara dengan M₁V₁ = M₂V₂ -- perkalian konsentrasi dan volume di kedua sisi sama. Tips: Mnemonic VMVM: V1M1 = V2M2. Tambah air → V naik, M turun, n tetap.

SOAL 3

Hubungan antara normalitas (N) dan molaritas (M) untuk asam atau basa adalah:

  1. A.
  2. B. N = M / valensi
  3. C. N = M x valensi ✓ Jawaban benar
  4. D.
  5. E. N = M + valensi
Pembahasan

Konsep: Valensi cepat: HCl=1, =1, =2, =3, NaOH=1, Ca(OH)2=2, Al(OH)3=3. Langkah penyelesaian: 1. Bedakan dua satuan konsentrasi ini: molaritas menghitung MOL zat terlarut per liter, sedangkan normalitas menghitung EKIVALEN per liter. 2. Satu mol asam bisa menyumbang lebih dari satu ekivalen; jumlah ion atau yang dilepas per molekul itulah yang disebut valensi. 3. Karena satu mol setara dengan sebanyak valensi ekivalen, jumlah ekivalen mol valensi, sehingga valensi. 4. Uji dengan contoh: M bervalensi memberi N. Jawaban benar: C -- normalitas diperoleh dengan MENGALIKAN molaritas terhadap valensinya, sebab satu mol asam atau basa menyumbang ekivalen sebanyak jumlah ion yang dilepasnya. Tips: Valensi cepat: HCl=1, =1, =2, =3, NaOH=1, Ca(OH)2=2, Al(OH)3=3. Untuk titrasi, lebih ringkas pakai N daripada M karena rumusnya = tanpa faktor stoikiometri.

SOAL 4

Pada titrasi asam kuat dengan basa kuat, indikator yang TEPAT digunakan adalah:

  1. A. Hanya metil oranye (MO) karena trayek pH 3.1-4.4.
  2. B. Hanya bromtimol biru (BTB) karena trayek pH 6.0-7.6.
  3. C. Hanya fenolftalein (PP) karena trayek pH 8.3-10.0.
  4. D. PP, MO, atau BTB bisa dipakai karena lompatan pH sangat tajam. ✓ Jawaban benar
  5. E. Hanya kertas lakmus karena murah dan mudah didapat.
Pembahasan

Konsep: Hafalkan trayek 3 indikator: MO 3.1-4.4 (merah-kuning), BTB 6.0-7.6 (kuning-biru),.3-10.0 (tak berwarna-pink). Jawaban benar: D. Tips: Hafalkan trayek 3 indikator: MO 3.1-4.4 (merah-kuning), BTB 6.0-7.6 (kuning-biru),.3-10.0 (tak berwarna-pink). Pilih indikator yang trayek pH-nya melewati titik ekuivalen. Untuk kuat-kuat, semuanya valid. Rincian jawaban D: PP, MO, atau BTB bisa dipakai karena perubahan pH titik ekuivalen sangat tajam.

SOAL 5

Apa yang dimaksud dengan titik ekuivalen dalam titrasi asam-basa?

  1. A. Saat warna indikator berubah pertama kali.
  2. B. Saat pH larutan tepat sama dengan 7.
  3. C. Saat volume titran sama dengan volume analit.
  4. D. Saat semua titran habis bereaksi.
  5. E. Saat ekivalen asam tepat sama dengan ekivalen basa. ✓ Jawaban benar
Pembahasan

Konsep: Bedakan: titik EKUIVALEN (teoretis, ) vs titik AKHIR (eksperimen, indikator berubah). Jawaban benar: E. Tips: Bedakan: titik EKUIVALEN (teoretis, ) vs titik AKHIR (eksperimen, indikator berubah). Pilih indikator agar selisihnya kecil. Hindari kesalahan umum: pH titik ekuivalen TIDAK = 7 untuk titrasi yang melibatkan asam/basa lemah. Rincian jawaban E: Saat jumlah ekivalen asam tepat sama dengan jumlah ekivalen basa.

Latihan soal Stoikiometri Larutan & Titrasi

Tersedia 45 soal latihan Stoikiometri Larutan & Titrasi dengan pembahasan langkah demi langkah, plus Kak Guru AI yang menjelaskan konsep 24/7. Mulai gratis tanpa kartu kredit.

Daftar gratis & mulai latihan

Topik lain di Kimia