Pembahasan
Konsep: Mitigasi bencana adalah upaya mengurangi risiko dan dampak bencana, yang dibagi menjadi dua jenis utama: struktural dan non-struktural. Mitigasi struktural adalah upaya yang menggunakan pembangunan fisik atau rekayasa teknik (engineering) untuk mengurangi atau mencegah dampak bencana. Mitigasi non-struktural adalah upaya tanpa membangun fisik, seperti regulasi, edukasi, tata ruang, dan peringatan dini.
Jawaban benar: B. Tanggul laut (sea wall), bangunan tahan gempa, dan sistem drainase semuanya merupakan konstruksi fisik hasil rekayasa teknik (engineering) yang dibangun untuk menahan atau mengalihkan kekuatan bencana. Sea wall memecah dan menahan gelombang/rob, bangunan tahan gempa dirancang agar tidak runtuh saat guncangan, dan sistem drainase mengalirkan air untuk mencegah banjir. Karena ketiganya berwujud bangunan/infrastruktur nyata, semuanya tergolong mitigasi struktural.
Langkah penyelesaian:
Mitigasi bencana adalah upaya mengurangi risiko dan dampak bencana, yang dibagi menjadi dua jenis utama: struktural dan non-struktural. Mitigasi struktural adalah upaya yang menggunakan pembangunan fisik atau rekayasa teknik (engineering) untuk mengurangi atau mencegah dampak bencana. Mitigasi non-struktural adalah upaya tanpa membangun fisik, seperti regulasi, edukasi, tata ruang, dan peringatan dini. Jawaban benar: B. Tanggul laut (sea wall), bangunan tahan gempa, dan sistem drainase semuanya merupakan konstruksi fisik hasil rekayasa teknik (engineering) yang dibangun untuk menahan atau mengalihkan kekuatan bencana. Sea wall memecah dan menahan gelombang/rob, bangunan tahan gempa dirancang agar tidak runtuh saat guncangan, dan sistem drainase mengalirkan air untuk mencegah banjir. Karena ketiganya berwujud bangunan/infrastruktur nyata, semuanya tergolong mitigasi struktural. - A: Non-struktural justru kebalikannya: upaya tanpa pembangunan fisik seperti penyusunan peraturan, tata ruang, edukasi masyarakat, peta rawan bencana, dan sistem peringatan dini, bukan tanggul atau bangunan. - C: Adaptif bukan kategori baku mitigasi struktural/non-struktural; istilah ini lebih dekat ke konsep adaptasi (menyesuaikan diri dengan perubahan, misal perubahan iklim), bukan jenis mitigasi yang ditanyakan. - D: Kultural bukan klasifikasi resmi mitigasi bencana; kearifan lokal memang ada (mis. smong di Simeulue), tetapi itu masuk ranah non-struktural, bukan kategori tersendiri, dan tidak menggambarkan tanggul/bangunan fisik. - E: Komunitas bukan jenis mitigasi melainkan menunjuk pelaku/skala (mitigasi berbasis komunitas/CBDRM); pembangunan tanggul dan bangunan tahan gempa dikelompokkan berdasarkan bentuk fisiknya, bukan siapa pelakunya. Kalau berwujud bangunan atau konstruksi fisik (tanggul, dam, gedung, drainase) = struktural; kalau berupa aturan, edukasi, peta, atau peringatan dini = non-struktural.
Tips: Kalau berwujud bangunan atau konstruksi fisik (tanggul, dam, gedung, drainase) = struktural; kalau berupa aturan, edukasi, peta, atau peringatan dini = non-struktural.