SEKOLAHSMA

Mitigasi & Adaptasi Bencana

Geografi SMA · Kelas 10 · Fase E

Klasifikasi bencana (geologis, hidrometeorologi, biologis, antropogenik), siklus manajemen bencana, mitigasi struktural vs non-struktural, kebencanaan Indonesia (Aceh 2004, Yogya 2006, Lombok 2018, Palu 2018, Cianjur 2022), peran BNPB, dan strategi adaptasi masyarakat.

Konsep kunci yang dipelajari

  • jenis bencana: geologis (gempa, tsunami, vulkanik), hidrometeorologi (banjir, longsor), biologis, antropogenik
  • siklus: pra-bencana (mitigasi, kesiapsiagaan), tanggap darurat, pasca-bencana (rehabilitasi, rekonstruksi)
  • mitigasi struktural: tanggul, breakwater, bangunan tahan gempa
  • mitigasi non-struktural: peta rawan, edukasi, regulasi tata ruang
  • Indonesia: cincin api Pasifik + ring of fire; rawan tsunami
  • BNPB & BPBD; SOP evakuasi & jalur evakuasi

Contoh soal Mitigasi & Adaptasi Bencana dan pembahasannya

5 soal pilihan ganda berikut diambil dari bank soal SekolahSMA, lengkap dengan pembahasan langkah demi langkah. Coba kerjakan dulu sebelum membaca pembahasannya.

SOAL 1

Perhatikan siklus manajemen bencana berikut! [Diagram Siklus Manajemen Bencana] Kegiatan pembuatan peta rawan bencana, sosialisasi jalur evakuasi, dan pelatihan simulasi bencana merupakan bagian dari fase ...

  1. A. Mitigasi dan kesiapsiagaan (pra-bencana) ✓ Jawaban benar
  2. B. Pemulihan jangka panjang
  3. C. Tanggap darurat (response)
  4. D. Rekonstruksi
  5. E. Rehabilitasi
Pembahasan

Konsep: Siklus manajemen bencana terdiri dari tiga fase utama: pra-bencana (mitigasi dan kesiapsiagaan), saat bencana (tanggap darurat), dan pasca-bencana (rehabilitasi dan rekonstruksi). Setiap kegiatan diklasifikasikan berdasarkan waktu pelaksanaannya relatif terhadap kejadian bencana. Jawaban benar: A -- Pembuatan peta rawan bencana, sosialisasi jalur evakuasi, dan pelatihan simulasi adalah kegiatan yang dilakukan SEBELUM bencana terjadi untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapan masyarakat. Peta rawan bencana termasuk mitigasi (mengurangi risiko), sedangkan sosialisasi jalur evakuasi dan simulasi termasuk kesiapsiagaan (mempersiapkan respons). Keduanya merupakan bagian dari fase pra-bencana sesuai UU tentang Penanggulangan Bencana. Tips: Siklus Bencana: Pra (mitigasi+kesiapsiagaan) > Darurat (SAR, evakuasi, bantuan) > Pasca (rehabilitasi+rekonstruksi). Mitigasi = kurangi risiko (peta, regulasi, bangunan tahan gempa). Kesiapsiagaan = siap menghadapi (simulasi, jalur evakuasi).

SOAL 2

Bencana yang terjadi akibat proses geologis seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api termasuk jenis bencana ...

  1. A. Hidrometeorologi
  2. B. Geologis ✓ Jawaban benar
  3. C. Biologis
  4. D. Antropogenik
  5. E. Geofisika
Pembahasan

Konsep: Klasifikasi bencana berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi tiga kelompok utama: geologis (bersumber dari dinamika bumi), hidrometeorologi (bersumber dari cuaca dan air), dan sosial/antropogenik (bersumber dari aktivitas manusia). Pengelompokan ini penting untuk menentukan strategi mitigasi yang tepat. Jawaban benar: B -- Gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api semuanya bersumber dari proses dinamika bumi bagian dalam, yaitu pergerakan lempeng tektonik dan aktivitas magmatik. Karena berasal dari proses geologi (ilmu yang mempelajari bumi), ketiga fenomena tersebut secara resmi diklasifikasikan sebagai bencana geologis sesuai kategorisasi BNPB dan UNDRR. Tips: Jenis Bencana: Geologis (gempa, tsunami, gunung api) | Hidrometeorologi (banjir, kekeringan, badai) | Biologis (pandemi, wabah) | Antropogenik (ulah manusia: kebakaran hutan, kecelakaan nuklir). Indonesia paling banyak = hidrometeorologi (frekuensi) + geologis (dampak).

SOAL 3

Pembangunan tanggul laut (sea wall), bangunan tahan gempa, dan sistem drainase merupakan contoh mitigasi bencana ...

  1. A. Non-struktural
  2. B. Struktural ✓ Jawaban benar
  3. C. Adaptif
  4. D. Kultural
  5. E. Komunitas
Pembahasan

Konsep: Mitigasi bencana adalah upaya mengurangi risiko dan dampak bencana, yang dibagi menjadi dua jenis utama: struktural dan non-struktural. Mitigasi struktural adalah upaya yang menggunakan pembangunan fisik atau rekayasa teknik (engineering) untuk mengurangi atau mencegah dampak bencana. Mitigasi non-struktural adalah upaya tanpa membangun fisik, seperti regulasi, edukasi, tata ruang, dan peringatan dini. Jawaban benar: B. Tanggul laut (sea wall), bangunan tahan gempa, dan sistem drainase semuanya merupakan konstruksi fisik hasil rekayasa teknik (engineering) yang dibangun untuk menahan atau mengalihkan kekuatan bencana. Sea wall memecah dan menahan gelombang/rob, bangunan tahan gempa dirancang agar tidak runtuh saat guncangan, dan sistem drainase mengalirkan air untuk mencegah banjir. Karena ketiganya berwujud bangunan/infrastruktur nyata, semuanya tergolong mitigasi struktural. Langkah penyelesaian: Mitigasi bencana adalah upaya mengurangi risiko dan dampak bencana, yang dibagi menjadi dua jenis utama: struktural dan non-struktural. Mitigasi struktural adalah upaya yang menggunakan pembangunan fisik atau rekayasa teknik (engineering) untuk mengurangi atau mencegah dampak bencana. Mitigasi non-struktural adalah upaya tanpa membangun fisik, seperti regulasi, edukasi, tata ruang, dan peringatan dini. Jawaban benar: B. Tanggul laut (sea wall), bangunan tahan gempa, dan sistem drainase semuanya merupakan konstruksi fisik hasil rekayasa teknik (engineering) yang dibangun untuk menahan atau mengalihkan kekuatan bencana. Sea wall memecah dan menahan gelombang/rob, bangunan tahan gempa dirancang agar tidak runtuh saat guncangan, dan sistem drainase mengalirkan air untuk mencegah banjir. Karena ketiganya berwujud bangunan/infrastruktur nyata, semuanya tergolong mitigasi struktural. - A: Non-struktural justru kebalikannya: upaya tanpa pembangunan fisik seperti penyusunan peraturan, tata ruang, edukasi masyarakat, peta rawan bencana, dan sistem peringatan dini, bukan tanggul atau bangunan. - C: Adaptif bukan kategori baku mitigasi struktural/non-struktural; istilah ini lebih dekat ke konsep adaptasi (menyesuaikan diri dengan perubahan, misal perubahan iklim), bukan jenis mitigasi yang ditanyakan. - D: Kultural bukan klasifikasi resmi mitigasi bencana; kearifan lokal memang ada (mis. smong di Simeulue), tetapi itu masuk ranah non-struktural, bukan kategori tersendiri, dan tidak menggambarkan tanggul/bangunan fisik. - E: Komunitas bukan jenis mitigasi melainkan menunjuk pelaku/skala (mitigasi berbasis komunitas/CBDRM); pembangunan tanggul dan bangunan tahan gempa dikelompokkan berdasarkan bentuk fisiknya, bukan siapa pelakunya. Kalau berwujud bangunan atau konstruksi fisik (tanggul, dam, gedung, drainase) = struktural; kalau berupa aturan, edukasi, peta, atau peringatan dini = non-struktural. Tips: Kalau berwujud bangunan atau konstruksi fisik (tanggul, dam, gedung, drainase) = struktural; kalau berupa aturan, edukasi, peta, atau peringatan dini = non-struktural.

SOAL 4

Bencana tsunami di Aceh tahun 2004 yang menewaskan lebih dari 200.000 jiwa dipicu oleh ...

  1. A. Longsor bawah laut di Selat Malaka
  2. B. Kombinasi air pasang ekstrem dan angin kencang
  3. C. Erupsi Gunung Sinabung yang menyebabkan gelombang besar
  4. D. Gempa bumi tektonik Mw 9.1 di zona subduksi Samudra Hindia ✓ Jawaban benar
  5. E. Badai tropis kategori 5 yang menghantam pantai barat Aceh
Pembahasan

Konsep: Tsunami terbentuk ketika gempa bumi tektonik bawah laut menyebabkan pergeseran vertikal dasar laut secara tiba-tiba, memindahkan kolom air laut dalam jumlah besar. Semakin besar magnitudo dan semakin dangkal hiposentrum, semakin besar energi tsunami yang dihasilkan. Jawaban benar: D -- Pada 26 Desember 2004, gempa tektonik berkekuatan Mw 9.1-9.3 terjadi di zona subduksi Lempeng Indo-Australia menghujam ke bawah Lempeng Eurasia di Samudra Hindia sebelah barat Aceh. Pergeseran vertikal dasar laut sepanjang lebih dari 1.200 km menciptakan gelombang tsunami setinggi 15-30 meter yang menghantam pesisir Aceh, Sri Lanka, India, dan Thailand. Ini adalah gempa terbesar ketiga yang pernah tercatat dalam sejarah modern. Tips: Tsunami Aceh 2004: Gempa Mw 9.1 > pergeseran dasar laut > tsunami 15-30m > 227.000 jiwa meninggal. Ini mendorong Indonesia membuat InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System). Tsunami = terjadi jika gempa bawah laut, vertikal, >7.0 Mw.

SOAL 5

Ketika terjadi gempa bumi, tindakan mitigasi yang paling tepat dilakukan saat berada di dalam gedung bertingkat adalah ...

  1. A. Segera berlari ke luar gedung melalui tangga darurat
  2. B. Berlindung di bawah meja kuat, pegang kaki meja, dan jauhi jendela ✓ Jawaban benar
  3. C. Naik ke lantai paling atas untuk menghindari reruntuhan dari atas
  4. D. Berdiri di tengah ruangan dan tunggu goncangan berhenti
  5. E. Langsung melompat keluar melalui jendela jika berada di lantai 2
Pembahasan

Konsep: Prosedur baku saat gempa di dalam bangunan adalah drop, cover, hold on: menunduk, berlindung di bawah perabot kokoh, dan berpegangan sampai guncangan berhenti. Penyebab kematian terbanyak saat gempa adalah tertimpa benda jatuh dan pecahan kaca, bukan robohnya seluruh gedung. Jawaban benar: B. Berlindung di bawah meja kuat melindungi kepala dan badan dari plafon, lampu, dan lemari yang jatuh; memegang kaki meja menjaga meja tetap di atas tubuh saat lantai bergoyang; menjauhi jendela menghindari luka akibat kaca pecah. Evakuasi keluar dilakukan setelah guncangan utama berhenti. Mengapa opsi lain salah: - A: Berlari saat lantai masih berguncang berisiko terjatuh di tangga dan tertimpa reruntuhan, serta memicu berdesakan di jalur evakuasi. Tangga darurat digunakan setelah guncangan berhenti, bukan saat sedang bergoyang. - C: Naik ke lantai atas menambah waktu dan jarak evakuasi, sementara simpangan goyangan gedung justru paling besar di lantai atas. Bahaya reruntuhan tidak hilang dengan naik ke atas. - D: Berdiri di tengah ruangan membuat tubuh tanpa pelindung terhadap benda jatuh dan mudah terjatuh karena kehilangan keseimbangan; tidak ada perlindungan kepala sama sekali. - E: Melompat dari jendela lantai 2 hampir pasti menyebabkan patah tulang atau cedera kepala, dan menambah risiko terkena pecahan kaca. Ini tindakan panik yang dilarang dalam semua protokol mitigasi. Tips: Hafalkan tiga kata: MERUNDUK - BERLINDUNG - BERPEGANGAN. Keluar gedung baru dilakukan sesudah goyangan berhenti.

Latihan soal Mitigasi & Adaptasi Bencana

Tersedia 30 soal latihan Mitigasi & Adaptasi Bencana dengan pembahasan langkah demi langkah, plus Kak Guru AI yang menjelaskan konsep 24/7. Mulai gratis tanpa kartu kredit.

Daftar gratis & mulai latihan

Topik lain di Geografi