SEKOLAHSMA

Sosiologi SMA - Materi, Konsep & Latihan Soal

Mata pelajaran Sosiologi SMA mencakup Fase E (kelas 10) dan Fase F (kelas 11-12). Diorganisasikan dalam 2 elemen utama: Pemahaman Konsep Sosiologi (struktur sosial, interaksi, lembaga, perubahan sosial) dan Keterampilan Proses Sosiologis (penelitian lapangan, analisis fenomena sosial Indonesia, refleksi etika sosial). Pendekatan: deep learning lewat kasus nyata Indonesia (multikulturalisme, urbanisasi, sosiologi digital, gerakan sosial). Total 13 topik dengan track kelompok seragam (3 kelompok @ 10 soal = 30 soal per topik).

13 topik · 390 soal latihan + pembahasan · Kurikulum Merdeka

Daftar gratis - latihan Sosiologi + Kak Guru AI

Kelas 10 (Fase E)

Pada akhir Fase E, peserta didik memahami sosiologi sebagai ilmu, hubungan individu dengan masyarakat, ragam interaksi sosial, dan keragaman kelompok sosial di Indonesia sebagai dasar pembentukan identitas kebangsaan.

Pengantar Sosiologi

Sosiologi sebagai ilmu sosial: definisi (Auguste Comte, Emile Durkheim, Max Weber), objek kajian, metode (kuantitatif vs kualitatif), cabang sosiologi, dan manfaat sosiologi untuk memahami masyarakat Indonesia.

Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial

Hubungan timbal balik individu dengan masyarakat. Sosialisasi (primer, sekunder), pembentukan kepribadian, peran dan status, nilai dan norma sosial (cara, kebiasaan, tata kelakuan, adat istiadat, hukum), serta lembaga sosial dasar (keluarga, pendidikan, agama, ekonomi, politik).

Interaksi Sosial dan Dinamika Kelompok

Bentuk interaksi sosial: asosiatif (kerjasama, akomodasi, asimilasi, akulturasi) dan disosiatif (kompetisi, kontravensi, konflik). Faktor interaksi (imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati). Dinamika kelompok sosial primer-sekunder, in-group/out-group, gemeinschaft-gesellschaft.

Ragam Kelompok Sosial dan Keberagaman Indonesia

Keragaman kelompok sosial di Indonesia: suku bangsa (1.340+ suku), agama, ras, etnis, bahasa daerah (700+), kelompok kepentingan. Konsep multikulturalisme, integrasi nasional, Bhinneka Tunggal Ika, potensi konflik dan harmoni sosial.

Kelas 11 (Fase F)

Pada akhir kelas 11 Fase F, peserta didik memahami pembentukan kelompok sosial, permasalahan sosial (kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan), perbedaan sosial (stratifikasi dan diferensiasi), serta konflik dan integrasi sosial sebagai dua sisi dinamika masyarakat Indonesia.

Pembentukan Kelompok Sosial

Dasar pembentukan kelompok sosial (kepentingan, kekerabatan, geografis, ideologis). Klasifikasi Bierstedt, Merton (in-group vs reference group), Soerjono Soekanto (teratur vs tidak teratur). Kelompok sosial di Indonesia: paguyuban, ormas, kelompok profesi, komunitas digital.

Permasalahan Sosial di Masyarakat

Permasalahan sosial Indonesia: kemiskinan (BPS, garis kemiskinan), pengangguran, kriminalitas, kenakalan remaja, narkoba, kesenjangan sosial, korupsi, kekerasan dalam rumah tangga. Teori (fungsionalisme, konflik, interaksionisme) dan dampak terhadap kohesi masyarakat.

Perbedaan Sosial: Stratifikasi dan Diferensiasi

Stratifikasi sosial (vertikal, hirarkis): tertutup (kasta), terbuka (kelas), campuran. Dasar stratifikasi (kekayaan, kekuasaan, kehormatan, ilmu, keturunan). Diferensiasi sosial (horizontal): suku, agama, ras, profesi, gender. Mobilitas sosial vertikal-horizontal-intragenerasi-antargenerasi.

Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian

Konflik sosial: penyebab (perbedaan kepentingan, nilai, sumber daya), bentuk (intrapersonal, interpersonal, antarkelompok), dampak konstruktif vs destruktif. Konflik di Indonesia (SARA, agraria, perburuhan). Kekerasan struktural (Galtung). Resolusi konflik dan perdamaian.

Integrasi dan Reintegrasi Sosial

Integrasi sosial: bentuk (normatif, fungsional, koersif). Faktor pendorong (homogenitas, mobilitas, komunikasi, toleransi). Reintegrasi pasca konflik. Integrasi nasional Indonesia: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, wawasan kebangsaan, peran tokoh adat dan pemuka agama.

Kelas 12 (Fase F)

Pada akhir kelas 12 Fase F, peserta didik memahami perubahan sosial, dampak globalisasi, ketimpangan dan pemberdayaan komunitas, serta mampu melakukan penelitian sosial sederhana untuk memecahkan masalah masyarakat Indonesia.

Perubahan Sosial

Perubahan sosial: definisi, bentuk (lambat-cepat, kecil-besar, direncanakan-tidak direncanakan), faktor internal (penemuan, konflik, pemberontakan) dan eksternal (alam, peperangan, pengaruh budaya lain). Teori siklus, linear, fungsionalisme, konflik. Modernisasi vs westernisasi.

Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal

Globalisasi: dimensi ekonomi, politik, budaya, teknologi. Dampak terhadap komunitas lokal Indonesia (homogenisasi, hibridisasi, glokalisasi). Sosiologi digital: media sosial, ruang publik virtual, identitas digital, cyber society, e-commerce, gig economy.

Ketimpangan Sosial dan Pemberdayaan Komunitas

Ketimpangan sosial: dimensi (ekonomi, pendidikan, kesehatan, gender, regional). Indikator: rasio Gini, IPM, IPG. Pemberdayaan komunitas: konsep (Friedmann, partisipatif), strategi (CSR, koperasi, BUMDes, PKK, Karang Taruna), evaluasi keberhasilan.

Penelitian Sosial

Metode penelitian sosial: kuantitatif vs kualitatif. Tahapan (rumusan masalah, kerangka teori, hipotesis, pengumpulan data, analisis, kesimpulan). Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi). Sampling (random, stratified, purposive). Etika penelitian sosial.